Random things
Sebenarnya banyak di pikiran saya yang mo saya tulis, tapi bingung bagaimana cara menuangkannya. So many things.. Perasaan antara senang, deg2an dan bosan.
Senang karena finally saya berhasil beli barang yang dah lama saya idam2kan semenjak SMA. Yup, SMA. It's been a long time. Dulu seperti biasa terbentur pada masalah dana. Hehehe. Ibu selalu mengajarkan kami (anak-anaknya) manajemen prioritas atau apalah bahasanya. Dia selalu menekankan kalau ada barang yang ingin dibeli dan tidak berkaitan dengan sekolah atau mengaji, kita harus menabung dulu, atau menunggu saat ulang tahun. Tapi seringkali tabungan itu dah keburu habis untuk membeli buku cerita, dan menunggu birthday tentu saja terlalu lama. Atau apakah barang itu benar2 penting atau cuma keinginan belaka (baca : nafsu saja). Dan tentu saja itu hanya nafsu belaka. Hehehe. Atau dia membuat dua pilihan antara barang yang saya inginkan atau yang lain. Dan akhirnya saya harus memilih yang lain, karena memang yang lain itu sangat penting. Sebagai contoh, pada saat itu sedang trend rollerblade, and of course saya mupeng. Ketika saya mengajukan keinginan didukung oleh adik, ibu malah mengajukan pilihan, pilih rollerblade atau pilih sekolah. Dengan kata lain, rollerblade akan dibelikan tapi dengan resiko saya tidak usah berangkat sekolah. Hehehe. Tentu saja, saya memilih sekolah dengan mulut manyun.
Dan ketika saya sudah bekerja, saya bebas membeli barang yang saya inginkan. Walaupun, terkadang ibu juga mengingatkan untuk menabungnya. Dan yang paling penting, saya bisa bebas membeli buku. Dan ibu hanya bisa geleng2 kepala.
Mengenai perasaan saya yang berdebar-debar (istilah kerennya deg2an), bukan karena saya jantungan, tapi saya juga tidak tahu mengapa.
Soal bosan ada di postingan saya sebelumnya.
Dan biasanya kalau perasaan saya ga tentu begini, saya memilih untuk membaca. Tapi akhir-akhir ini mood membaca saya sedang terbang dan entah kapan akan hinggap lagi di saya.
So, what should I do?
Oia, pagi ini saat saya di mobil, the ambience was great. Matahari dah muncul, tapi tertutup awan, sehingga menghasilkan mendung2 tipis. Angin bertiup dari jendela yang sengaja dibuka. Dan radio memutar lagu Peterpan yang ntah judulnya apa. Pokoknya liriknya begini
Read more...
Senang karena finally saya berhasil beli barang yang dah lama saya idam2kan semenjak SMA. Yup, SMA. It's been a long time. Dulu seperti biasa terbentur pada masalah dana. Hehehe. Ibu selalu mengajarkan kami (anak-anaknya) manajemen prioritas atau apalah bahasanya. Dia selalu menekankan kalau ada barang yang ingin dibeli dan tidak berkaitan dengan sekolah atau mengaji, kita harus menabung dulu, atau menunggu saat ulang tahun. Tapi seringkali tabungan itu dah keburu habis untuk membeli buku cerita, dan menunggu birthday tentu saja terlalu lama. Atau apakah barang itu benar2 penting atau cuma keinginan belaka (baca : nafsu saja). Dan tentu saja itu hanya nafsu belaka. Hehehe. Atau dia membuat dua pilihan antara barang yang saya inginkan atau yang lain. Dan akhirnya saya harus memilih yang lain, karena memang yang lain itu sangat penting. Sebagai contoh, pada saat itu sedang trend rollerblade, and of course saya mupeng. Ketika saya mengajukan keinginan didukung oleh adik, ibu malah mengajukan pilihan, pilih rollerblade atau pilih sekolah. Dengan kata lain, rollerblade akan dibelikan tapi dengan resiko saya tidak usah berangkat sekolah. Hehehe. Tentu saja, saya memilih sekolah dengan mulut manyun.
Dan ketika saya sudah bekerja, saya bebas membeli barang yang saya inginkan. Walaupun, terkadang ibu juga mengingatkan untuk menabungnya. Dan yang paling penting, saya bisa bebas membeli buku. Dan ibu hanya bisa geleng2 kepala.
Mengenai perasaan saya yang berdebar-debar (istilah kerennya deg2an), bukan karena saya jantungan, tapi saya juga tidak tahu mengapa.
Soal bosan ada di postingan saya sebelumnya.
Dan biasanya kalau perasaan saya ga tentu begini, saya memilih untuk membaca. Tapi akhir-akhir ini mood membaca saya sedang terbang dan entah kapan akan hinggap lagi di saya.
So, what should I do?
Oia, pagi ini saat saya di mobil, the ambience was great. Matahari dah muncul, tapi tertutup awan, sehingga menghasilkan mendung2 tipis. Angin bertiup dari jendela yang sengaja dibuka. Dan radio memutar lagu Peterpan yang ntah judulnya apa. Pokoknya liriknya begini
"Tempatku melihat di balik awanBiasanya kurang suka ma Peterpan, tapi buat lagu ini didukung suasana yang mendung2 gimana gitu, makes me so mellow yellow.
Aku melihat di balik hujan
Tempatku terdiam tempat bertahan
Aku berdiam di balik hujan"
