Monday, April 04, 2011

Ternyata langit pun moody

Lay out ruangan di kantor berubah.
Meja saya yang tadinya membelakangi jendela, sekarang di samping jendela.
Hal ini menyebabkan saya mempunyai kebiasaan baru -- memandangi langit.
Seringkali hanya duduk termangu menatap langit.

Dan ya, hari ini sudah beberapa kali saya menatap langit.
Semenjak pagi sampai sore ini. Langit berubah-ubah.
Terkadang cerah secerah-cerahnya, terkadang cerah dengan gumpalan-gumpalan awan.
Terkadang mendung di satu sisi, sementara di sisi lain terlihat terang dengan secercah sinar matahari. Terkadang gumpalan awan gelap bercampur dengan gumpalan awan putih. Terkadang mendung gelap, tebal, merata, tanpa ada gumpalan-gumpalan awan putih.
Tapi di antara semua itu, yang paling indah adalah saat langit biru dengan gumpalan awan putih bertaburan. Seperti di negeri dongeng rasanya *lebay*.

Ya, dan ternyata langit pun moody.

---

Ditulis pada saat terjadi pergolakan batin antara pulang ke rumah atau pergi ke kampus.
Hati menyarankan untuk pulang ke rumah, sementara otak memerintahkan untuk kuliah.
Dan sepertinya untuk kali ini sang otak yang jadi pemenang.

2 komentar:

holichaxor said...

Enak ya kalo suasana ruang kerja kaya gitu

YuliE said...

hhhmmmmhh...

Post a Comment